Kancil dan Petani


Suatu hari, kancil pergi ke tepi hutan. Dia melihat sekitar deretan, sesudah deretan sayuran-sayuran . “mmmm” kata kancil. Timun berair! Enak,enak! “dia memulai kedalam kebun. Kancil suka makan buah-buahan dan kar-akaran serta tunas hutan. Tapi dia suka sesuatu yang lainnya. Dia suka sayur-sayuran dikebunnya petani. Mengambil dengan cepat! “ohh”! tudak bisa melarikan diri, kakinya terperangkap! Kancil menarik dan terus menarik, tapi dia tidak bisa melarikan diri. “ohh, tidak! Kata dia “bapak petani akan memilih saya untuk makan malam. Kemudian dia melihat bapak petani datang. Kancil berfikir cepat, dia berbaring dan membuat tubuhnya kaku. Kancil tertawa”bapak petani pintar, tapi kancil lebih pintar “bagus, bagus” kata bapak petani, lihat pa saya menangkao seekor kancil “tapi dia terlihat mati” bapak petani mendorongnya dengan kakinya. Kancil tidak bergerak “mungkin dia sudah lama mati”kata bapak petani. Sial”aku piker kami tidak bisa memakannya, dia menarik kaki kancil dari perangkap. Kemudian dia melempar kancil kembali kedalam hutan. Kancil jatuh dengan lemas/ kemudian dia lompat dan lari. Dibelakangnya, dia mendengar bapak petani berteriak”hey, kamu menipu saya!”

No comments:

Post a Comment