Sampah dan Cara Mengelolanya

Sampah merupakan material sisa baik dari hewan, manusia, maupun tumbuhan yang tidak terpakai lagi dan dilepaskan ke alam dalam bentuk padatan, cair ataupun gas.




      Sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Sementara didalam UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang kelingkungan.

      Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.

Berdasarkan sumbernya
  1. Sampah alam
  2. Sampah manusia
  3. Sampah konsumsi
  4. Sampah nuklir
  5. Sampah industri
  6. Sampah pertambangan

Berdasarkan sifatnya
  1. Sampah organik - dapat diurai (degradable), yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.
  2. Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable), yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersial atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya.

      Berdasarkan wujud atau bentuknya dikenal tiga macam sampah atau limbah yaitu : limbah cair, limbah padat, dan limbah gas. Contoh limbah cair yaitu air cucian, air sabun, minyak goreng sisa, dll. Contoh limbah padat yaitu bungkus snack, ban bekas, botol air minum, dll. Contoh limbah gas yaitu karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), HCl, NO2, SO2 dll.

     Menurut Gelbert dkk (1996) ada tiga dampak sampah terhadap manusia dan lingkungan yaitu:
  1. Dampak terhadap lingkungan, Cairan rembesan sampah yang masuk kedalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesien akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis.
  2. Dampak Terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi, dampak-dampak tersebut adalah sebagai berikut : 1) Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat, 2) Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air.
  3. Dampak terhadap kesehatan, Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti, lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit.

      Sampah sudah menjadi sebuah permasalahan yang begitu kompleks dan besar. Tingkat pencemaran lingkungan akibat pengelolaan sampah yang buruk memunculkan berbagai permasalahan lingkungan seperti pemanasan global hingga skala lokal seperti banjir. Untuk hal kesehatan sampah juga sangat berbahaya, berikut ini 6 Zat Dalam Sampah yang Membahayakan Kesehatan
  1. Dioxin, Polutan berbahaya yang paling banyak dihasilkan saat pembakaran sampah ini dapat membahayakan kesehatan. menyebabkan sesak napas, hingga memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sel dalam tubuh yang menyebabkan kanker pada sistem reproduksi, sistem kekebalan tubuh, dan sistem hormon.
  2. Hexachlorobenzene, Salah satu racun lingkungan ini ini biasanya dikenal dengan nama HCB yang menyebabkan sampah berbau busuk. Semakin banyak jumlah HCB yang terhirup maka akan semakin berisiko mengidap penyakit kanker hingga kerusakan hati dan ginjal.
  3. Klorin, Gas berbahaya ini biasanya berasal dari sampah plastik, khususnya jenis PVC yang sangat sulit terurai secara alami. Gas klorin bersifat racun karena amat reaktif dengan air yang terdapat di selaput lendir paru-paru dan mata, yang memicu iritasi pada mata dan paru-paru serta memicu korosi pada jaringan tubuh.
  4. Petro-polymers, Sampah plastik sangat berbahaya, meskipun sudah didaur ulang. Saat tertimbun, kandungan racun petro-polymers yang terdapat di dalam plastik akan ikut masuk ke dalam tanah dan air. Dalam jangka panjang, racun ini masuk dalam partikel-partikel kecil dan ikut ada dalam jalur rantai makanan manusia.
  5. Timbal, Sampah elektronik mengandung ribuan material berbahaya, salah satunya adalah timbal. Komponen ini sangat berbahaya bagi perkembangan otak manusia. Pencemaran timbal sangatlah berbahaya. Sampah elektronik yang dibuang akan menghasilkan lindi, yakni cairan yang berasal dari dekomposisi sampah dan infiltrasi air eksternal dari hujan.
  6. Arsenik, Zat ini dapat menyebabkan keracunan yang ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kelabu atau kehitaman, hingga gangguan fungsi hati, fungsi jantung, paru-paru, dan ginjal.

      Perilaku membuang sampah pada tempatnya, mengenalkan daur ulang sejak dini hingga kebijakan yang ramah lingkungan harus segera dilakukan. Ancaman krisis sampah plastik di Indonesia sudah di depan mata dan bahkan menjadi perhatian dunia. David Shukman, editor sains di BBC News, menggambarkan permasalahan sampah plastik di Indonesia sudah sangat akut, dan harus meminta bantuan militer untuk turun tangan. terdapat 4 caya yang tepat untuk meminimalisir sampah yang lebih banyak yaitu dengan 4R.


Cara yang pertama, kita bisa mengurangi pemakaiannya. Istilah ini dikenal dengan nama reduce (mengurangi). Sebisa mungkin kita kurangi penggunaan kemasan barang. Semakin banyak kita menggunakan kemasan barang, semakin banyak sampah yang dihasilkan.

Cara yang kedua, kita bisa memakai kembali. Istilah ini dikenal dengan reuse (memakai kembali). Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai). Hal itu dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.

Cara yang ketiga, kita bisa mendaur ulang. Istilah ini dikenal dengan recycle (mendaur ulang). Sebisa mungkin, barang-barang yang sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.

Cara yang keempat, kita bisa mengganti ulang. Istilah ini dikenal dengan replace (mengganti). Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, misalnya ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja.


Sumber:
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Sampah
  • https://www.kajianpustaka.com/2015/02/pengertian-jenis-dan-dampak-sampah.html
  • https://sains.kompas.com/read/2018/04/23/190600123/krisis-sampah-plastik-ancam-indonesia-seberapa-parahkah-kondisinya-
  • https://www.sahabatnestle.co.id/content/gaya-hidup-sehat/inspirasi-kesehatan/6-zat-dalam-sampah-yang-membahayakan-kesehatan.html
  • http://greencampus.ipb.ac.id/category/pengelolaan-sampah-terintergrasi/
  • http://www.bbc.com/indonesia/majalah-43855029
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mengenai Saya

Foto saya

Faisal Azmi Bakhtiar, S.Pd. Pernah belajar di Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Melanjutkan di Universitas Negeri Jakarta Program Pascasarjana Pendidikan Dasar. Diberi kesempatan memahami anak usia sekolah dasar selama satu tahun di SDN Dukuhtri 02 Bumiayu Brebes. Pada intinya memahami ilmu psikologi, kemampuan melakukan penelitian dan pengamatan terhadap permasalahan, serta trampil dan mengerti kemajuan teknologi sangat berpotensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.  

My Profile

Sosial Media:
IG : @faisalazmibakhtiar
FB : Faisal Azmi Bakhtiar
WA: 085727526464

Semoga artikel kami bermanfaat


Populer Terbaru