Oleh: Faisal Azmi Bakhtiar, M.Pd
Pernahkah kita berpikir bahwa batasan sains dalam mendefinisikan "kehidupan" selama ini mungkin terlalu sempit?
Sejak di bangku sekolah dasar, kita diajarkan untuk membagi dunia menjadi dua kategori kaku: benda hidup dan benda mati. Manusia, hewan, tumbuhan, serta mikroorganisme dikelompokkan sebagai makhluk hidup karena memiliki sel, mengolah energi, merespons rangsangan, dan berkembang biak. Sementara itu, planet, bintang, dan bulan dicap sebagai benda mati sekadar karena mereka tidak memiliki struktur biokimia berbasis karbon atau molekul DNA.
Namun, jika kita bersedia melepaskan kacamata biokimia sejenak dan memakai sudut pandang sistem yang lebih luas, garis tegas tersebut mulai tampak kabur.
Batasan Materi Biologis dan Relativitas Skala
Makhluk hidup biologis—khususnya hewan dan manusia—memiliki masa hidup yang relatif singkat, jarang yang menembus angka satu abad. Dalam rentang waktu sejengkal tersebut, perilaku, gerakan refleks, dan cara kita bertahan hidup sangat mudah diamati secara langsung.
Tumbuhan, di sisi lain, bergerak dan merespons lingkungan dalam skala waktu yang jauh lebih lambat. Kita memerlukan rekaman time-lapse untuk melihat bagaimana dedaunan meliuk mengejar sinar matahari atau bagaimana akar menembus tanah mencari air. Namun, kita tetap sepakat bahwa tumbuhan adalah makhluk hidup.
Sekarang, bayangkan jika skala waktu tersebut ditarik jauh lebih panjang ke objek-objek kosmik yang berumur jutaan hingga miliaran tahun.
Bagi manusia yang usianya tak sampai seabad, pergerakan lempeng tektonik, gejolak vulkanik, atau reaksi fusi nuklir pada inti bintang tampak seperti dinamika benda diam yang tak bernyawa. Padahal, jika disesuaikan dengan skala waktunya, benda-benda langit tersebut menjalankan fungsi sistem yang sangat mirip dengan apa yang dilakukan makhluk biologis:
Memiliki Inti Penggerak: Planet dan bintang memiliki inti aktif (core) yang memproses energi dan mengendalikan dinamika internalnya.
Sistem Pertahanan Diri: Planet seperti Bumi menggunakan medan magnetik (magnetosfer) serta atmosfer untuk melindungi strukturnya dari radiasi kosmik berbahaya—mekanisme yang secara fungsional setara dengan kulit atau sistem imun pada tubuh manusia.
Dinamika dan Siklus Hidup: Bintang lahir dari nebula, tumbuh, mengolah materi, hingga akhirnya mati dan melontarkan elemen-elemen baru ke penjuru antariksa.
Di lingkungan ekstrem luar angkasa—dengan suhu ribuan derajat, gravitasi masif, dan hampa udara—jelas mustahil bagi alam untuk membentuk tubuh biologis yang rapuh. Materi non-biologis seperti plasma, logam, dan silikat adalah satu-satunya bentuk materi yang rasional untuk mengorganisir diri dalam skala raksasa tersebut.
Mengapa Membutuhkan Istilah COOREN?
Karena istilah "makhluk hidup" dalam disiplin biologi konvensional sudah terikat ketat pada batasan materi biologis (sel dan DNA), dibutuhkan sebuah kerangka baru yang mampu memayungi entitas terorganisir, baik yang berbasis organik maupun anorganik.
Dari pemikiran inilah lahir istilah COOREN adalah akronim dari Complex Organized Entity (Entitas Kompleks Terorganisir). COOREN mendefinisikan segala bentuk sistem terorganisir yang memiliki struktur internal, cara mengolah energi, dan sistem pertahanan diri, tanpa terbatasi oleh materi penyusunnya.
Taksonomi COOREN: Dari Sel Hingga Bintang
Melalui taksonomi ini, entitas terorganisir di alam semesta terbagi menjadi dua cabang utama:
1. COOREN Biologis (Makhluk Hidup)
Merupakan entitas hidup berbasis materi organik/biologis.
Anggota: Manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme.
Mekanisme: Menggunakan sel, protein, dan DNA untuk mengorganisir diri.
Karakteristik: Beroperasional dalam skala fisik kecil dan rentang waktu yang relatif pendek (hitungan hari hingga ratusan tahun).
2. COOREN Kosmik (Entitas Kosmik)
Merupakan entitas hidup non-biologis yang berbasis materi anorganik.
Anggota: Bintang, planet, dan bulan.
Mekanisme: Menggunakan gravitasi, materi anorganik (logam, silikat, plasma), inti aktif, dan medan magnet untuk mengorganisir serta melindungi strukturnya.
Karakteristik: Beroperasional dalam skala fisik raksasa dan rentang waktu kosmik (hitungan jutaan hingga miliaran tahun).
Perbandingan Ringkas Konsep
Untuk mempermudah pemahaman, berikut adalah matriks perbandingan antara kedua jenis COOREN:
Implikasi Cara Pandang COOREN
Dengan meletakkan COOREN sebagai kerangka berpikir, kita tidak lagi memandang keberadaan kehidupan sebagai sekadar "kebetulan reaksi kimia" di muka Bumi.
Sebaliknya, keteraturan dan kehidupan adalah sifat alamiah dari materi (property of matter) untuk mengorganisir dirinya sendiri ketika berada dalam kondisi lingkungan yang mendukung—baik di tingkat mikroskopis sel maupun di skala makroskopis antariksa.
Pada akhirnya, manusia dan bintang di langit malam tidaklah sepenuhnya berbeda. Kita sama-sama entitas kompleks yang sedang berjuang mempertahankan keteraturan diri di tengah luasnya alam semesta; kita hanya dibedakan oleh bahan penyusun tubuh dan skala waktu mainnya saja.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar