Tampilkan postingan dengan label Space. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Space. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2016

Kenali materi terkecil (ATOM) hingga zona terluas (MULTIVERSUM)

Dibawah ini kita akan membahas tentang urutan tentang suatu hal yang sangat kecil yang tidak dapat kita lihat sampai dengan hal yang terbesar yang juga tidak bisa kita lihat. Deskripsi yang digunakan menggunakan berbagai disiplin ilmu.

Sabtu, 07 April 2012

BuMi mungkin Umum




Salah satu pertanyaan terbesar dalam astronomi hari ini adalah, apakah ada Bumi lain di luar sana, dan jika demikian, berapa banyak?
Kita tahu bahwa ada lebih dari 100 milyar bintang di galaksi, dan banyak bahwa dari mereka memiliki planet. Tapi kami masih mencoba mencari-cari untuk memakukan frekuensi planet, dan berapa banyak yang tubuh berbatu seperti Bumi (sebagai lawan dari gas raksasa seperti Saturnus dan Jupiter).

Sebuah studi baru menggunakan Spitzer Space Telescope telah mengungkapkan bahwa planet seperti Bumi mungkin umum! Prosedur ini sebenarnya agak sederhana. Mereka meneliti lebih dari 300 matahari-seperti bintang, dan dikelompokkan oleh usia (sangat muda, muda, paruh baya, dll). Mereka kemudian menggunakan Spitzer untuk mencari keberadaan debu di sekitar bintang-bintang; debu bersinar di inframerah ketika hangat, dan suhu (dan dengan demikian jarak debu dari bintang) dapat ditemukan.

Apa yang mereka temukan sangat mencolok: bintang muda punya banyak debu yang berada di sekitar jarak yang sama dari bintang seperti Bumi berasal dari Matahari, tetapi sebagai bintang semakin tua, jumlah debu sedikit. Skala waktu untuk debu menghilang - beberapa ratus juta tahun - kira-kira skala waktu yang sama dibutuhkan planet terbentuk. Kesimpulan yang jelas adalah bahwa seiring waktu, planet-planet terbentuk di sekitar bintang-bintang, dan mereka menghisap debu debu itu. Proses ini akan membuat planet berbatu, seperti Bumi!

Dengan kata lain, penelitian ini tidak secara langsung mendeteksi planet-planet, tetapi menemukan keputusan bahwa bahan planet menghilang dengan bertambahnya usia. Itu sangat provokatif.

Mereka menemukan bahwa 10-20% dari bintang-bintang muda memiliki disk ini dari puing-puing debu di sekitar mereka. Seperti yang terjadi, sekitar 10% dari bintang-bintang di Bima Sakti dapat dikategorikan sebagai seperti matahari, yaitu sekitar 10 miliar bintang. Jika 10% dari mereka memiliki planet berbatu, sebagai studi ini menunjukkan, maka mungkin ada satu miliar Bumi yang mengorbit bintang di galaksi kita sendiri! Dan itu hanya untuk bintang seperti Matahari, bintang bermassa rendah juga dapat membentuk sistem planet, dan ada jauh lebih dari mereka maka bintang seperti Matahari. Sangat mungkin bahwa ada miliaran planet-planet dalam galaksi ... dan ada ratusan miliar galaksi di alam semesta.

Jumat, 06 April 2012

We Are Not Allone In This Galaxy



   

      Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
      Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.
      Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).
      Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.
     Tata surya diatas yang terdiri dari Bintang yang disebut dengan matahari beserta planet, satelit, dan unsur-unsur lain tidak hanya diam di tempat. melainkan berputar mengelilingi bintang yang terbesar yaitu bintang vega. dimana bintang vega tersebut dikelilingi oleh ribuan juta tatasurya lainnya. Bintang vega terdapat pada galaksi Bimasakti.




      Bima Sakti (dalam bahasa Inggris Milky Way, yang berasal dari bahasa Latin Via Lactea, diambil lagi dari bahasa Yunani ΓαλαξίαςGalaxias yang berarti "susu") adalah galaksi spiral yang besar termasuk dalam tipe Hubble SBbc dengan total masa sekitar massa matahari, yang memiliki 200-400 miliar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya dan ketebalan 1000 tahun cahaya. Jarak antara matahari dan pusat galaksi diperkirakan 27.700 tahun cahaya. Di dalam galaksi bimasakti terdapat sistem Tata Surya, yang didalamnya terdapat planet Bumi tempat kita tinggal. Diduga di pusat galaksi bersemayam lubang hitam supermasif (black hole). Sagitarius AKecepatan orbit tata surya adalah 217 km/d. dianggap sebagai lokasi lubang hitam supermasif ini. Tata surya kita memerlukan waktu 225–250 juta tahun untuk menyelesaikan satu orbit, jadi telah 20–25 kali mengitari pusat galaksi dari sejak saat terbentuknya.
      Di dalam bahasa Indonesia, istilah "Bimasakti" berasal dari tokoh berkulit hitam dalam pewayangan, yaitu Bima. Istilah ini muncul karena orang Jawa kuno melihatnya susunan bintang-bintang yang tersebar di angkasa jika dihubungkan dan ditarik garis akan membentuk gambar Bima dililit ular naga maka disebutlah "Bimasakti". Sementara itu, masyarakat Barat menyebutnya "milky way" sebab mereka melihatnya sebagai pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit. Pita kabut atau "aura" cemerlang ini sebenarnya adalah kumpulan jutaan bintang dan juga sevolume besar debu dan gas yang terletak di piringan/bidang galaksi. Pita ini tampak paling terang di sekitar rasi Sagitarius, dan lokasi tersebut memang diyakini sebagai pusat galaksi.

       Matahari merupakan salah satu bintang dari sekian miliar bintang yang ada di galaksi Bimasakti. para ilmuan angkasawan telah banyak berlomba-lomba untuk menerbangkan satelitnya guna menyelidiki lebih lanjut tentang isi dari jagad raya "Penemuan ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa planet-planet seukuran Bumi ada di sekitar bintang-bintang lain (di luar Matahari) dan bahwa kita mampu mendeteksinya," kata Francois Fressin dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts.dengan pernyataan tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa dalam satu bintang terdapat planet, satelit, komet, dan komponen lain yang akan mengitarinya. Dalam pendapat lain menyebutkan bahwa terdapat kira-kira 90 ribu lebih bintang yang mirip dengan matahari. hal ini akan menimbulkan sebuah hipotesis bahwa bila ada bintang mirip dengan matahari, maka akan ada plaent seperti bumi yang mengitari bintang tersebut. sehingga banyak dari para ilmuan yang menyelidiki dan meneliti tentang luar angkasa mempercayai bahwa terdapat makhluk hidup lain di luar bumi kita yang menempati pelanet-planet lain di galaksi bimasakti. yang meniympulkan bahwa We Are Not Allone In This Galaxy.  

Pengetahuan Umum :
Setahun cahava setara dengan 9,5 trilyun kilometer
 

Refrensi: Wikipedia dan Google Image.

Postingan Terbaru:

Website Pengembangan Model RKP Berbasis SIRKUIT AI

SIRKUIT AI (Siswa Investigasi Realitas, Kritis, Uji Informasi, dan Terapkan AI) adalah model deep learning berbasis inkuiri kolaboratif di m...

Postingan Populer