Sastra Indonesia Dasar



Keterampilan Menulis



Keterampilan Membaca



Waduk Cengklik



KUBAH SOLO



Teknik Pengumpulan & Analisis Data


1.      Teknik pengumpulan data
a.     Angket, adalah cara mengumpulkan data dengan jalan memberikan sejumlah pertanyaan tertulis untuk dijawaboleh responden.
b.  Wawancara, adalah cara pengumpulan data dengan jalan tanya jawab secara langsung berhadapan muka, peneliti bertanya secaraaa lisan responden menjawab secara lisan pula.
c.       Observasi, cara mengumpulkan data dengan jalan mengamati langsung terhadap objek yang diteliti.
d.   Dokumentasi, merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertuli gambar maupun elektronik.
e.       Tes, yang digunakan untuk mengukur, digunakan untuk mengukur hasil belajar, dan tes psikologis.
2.      Teknik analisis data pada prinsipnya ada dua macam yaitu:
a.  Analisis non statistik, dilakukan jika datanya bersifat kualitatif. Merupakan data yang bersifat deskripsi, kata-kata bukan angka. Fenomena yang nampak ditanyakan, dikejar, dan dikembangkan lewat wawancara mendalam lewat informen lain, wawancara lagi pada informen berikutnya sampai mendapatkan suatu tentang objek penelitian.
b.      Analisis statistik, jika data bersifat kuantitatif/ angka. Model statistik dibedakan menjadi dua macam:
1)  Statistik deskriptif, jika penelitian bertujuan mendeskipsikan atau menggambarkan secara deskriptif tentang data yang dikumpulkan, tidak memberikan kesimpulanyang diperlukan untuk generalisasi penelitian dengan analisis deskriptif termasuk studi populasi, sedang penelitian sempling dapat digunakan statistikdeskriptif maupun inferensial. Statistik deskriptif misalnya penyajian datanya melalui grafik, tabel, diagram lingkaran, perhitungan dengan prosentase, perhitungan median, modus, rata-rata, maupun standar deviasi. Analisis korelasi, dengan mendeskripsikan ada hubungannya atau tidak dengan variable yang diteliti. Demikian juga teknik regresi yang tidak memerlukan uji signifikansi, tidak ada taraf kesalahan generalisasi, karena penelitian hanya ingin mendeskripsikan.
2)  Statistik inferensial disebut juga statistik induktif atau statistik probabilitas, digunakan untuk analisis data yang dikumpulkan pada sampel tetapi kesimpulannya akan digeneralisasikan pada populasi. Statistik probability artinya berpeluang dedangkan berpeluang sendiri artinya memiliki peluang benar dan salah yang dinyatakan dalam prosentase. Peluang kesalahan 5% maka taraf kepercayaannya 99 %, bila peluang kesalahannya 1% maka taraf kepercayaannya 99%. Taraf tersebut disebut taraf signifikansi. Populasi homogen 1% sedangkan populasi heterogen 5%.
c.      Menentukan hipotesis, adalah kesimpulan sementara antara hubungan antara dua variabel atau lebih. Hipotesis akan memberi arah proses pengumpulan data, dan tentunya model analisisnya. Hipotesis yang dinyatakan dengan menghubungkan dua variable atau lebih disebut hipotesis korelasional. Hipotesis deskriptif adalah hipotesis yang menyatakan karakteristik suatu sempel menurut variable tertentu. Contoh jika dalam suatu penelitian ada hipotesis nol (Ho) tidak ada pengaruh model pembelajaran jigsau terhadap hasil belajar siswa, maka hipotesis kerjanya (Ha) ada pengaruh model pembelajaran jigsau terhadap prestasi belajar siswa.

Perumusan Masalah dan Variabel


1.      Rumusan masalah dalam penelitian merupakan penuntun bagi langkah-langkah yang akan dilakukan oleh peneliti. Masalah harus dirumuskan secara jelas sehingga peneliti mengetahui secara tepat variable apa yang akan diukur termasuk alat ukur apa yang sesuai untuk memecahkan masalah tersebut. Sugiono (2008:56) menyebutkan beberapa rumusan masalah penelitian, antara lain:
a.    Rumusan masalah deskriptif, adalah rumusan masalah yang berkaitan dengan pertanyaan terhadap variable mandiri, baik hanya satu variable maupun lebih. Penelitian dengan masalah deskriptif disebut penelitian deskriptif. Ex:
1)      Seberapa jauh efektifitas metode ceramah dalam meningkatkan prestasi belajar siswa?
2)  Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar murid kelas 6 SD dalam mempersiapkan diri menghadapi UAS.
b.  Rumusan masalah komparatif, adalah rumusan masalah yang membandingkan keberadaan satu variableatau lebih pada dua atau lebih sempel yang berbeda . ex:
1)      Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid sd negeri dan sd swasta
2)     Adakah perbedaan kinerja guru yang lulus sertifikasi lewat portopolio dan PLPG di SD, SMP, dan SMA.
c.     Rumusan masalah asosiatif, adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variable atau lebih.
1)      Hubungan simetris, tidak ada hubungan antara kedua variable
a)  Korelasi antara postur tubuh dengan kemampuan pemimpin di sekolah-sekolah dasar muhammadiyah kotamadya Surakarta. Apakah hubungan antara prosedur tubuh dengan kemampuan memimpin di sekolah?
b)    Hipotesis simetris, Korelasi antara kelengkapan alat pelajaran dengan prestasi belajar murid SD di wilayah kartasura. Aakah hubungan antara prestasi belajar dengan kelengkapan alat sekolah.
2)  Hubungan kausal, sebab akibat antara variable dependen dan independen.Adakah pengaruh pendidikan orang tua terhadapp prestasi belajar. Pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar murid sd di kabupaten pati.
2.      Macam Vriable
a.   Variable Idependen, disebut juga variable stimulus atau variable bebas. Merupakan variable yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variable dependen (terikat).
b.      Variable dependen, disebutjuga variable out put, kriteria, konsekuen dan terikat. Yaitu variable yang dipengaruhi atau menjadi akibat adanya variable bebas.
c.       Variable Moderator, adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubugan variable dependen dan independen. Hubungan suami isti akan lebih kuat jika ada anak. Maka anak disebut juga variabel modurator.
d.   Variabel Intervening, adalah variable yang secara teoritis mempengaruhi hubungan variable independen dan dipenden menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati. Sering disebut sebagai variable penyela, artinya terletak diantara variable bebas dan terikat. Yang mengakibatkan variable independent tidak langsung mempengaruhi variable dependent
e.  Variable Kontrol adalah variable yang dikendalikan atau di kontrol, sehingga hubungan veriable independent dan dependent tidak dipengaruhi faktor luar yangtidak diteliti. Contoh: pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap prestasi belajar. Variable independennya model pembelajaran kooperatif, sedangkan dependentnya prestasi belajar, variable kontrolnya berupa ruang kelas, umur siswa, lama guru mengajar.

Sampel dan Sampling


1.  Sampel, adalah bagian dari populasi sebagai contoh untuk dikenali penelitian. Sugiono (2008:118) mendefinisikan sempel adalah bagian dari populasi yang memiliki kharakteristik sama dengan populasi. Apa yang diteliti dalam sempel kesimpulannya dapat digunakan dalam populasi, sehingga teknik pengambilan sempel harus benar-benar representatif. Studi sempel ini dilakukan dengan alasan:
a.       Jumlah populasi yang cukup besar sehingga peneliti tidak mampu meneliti secara keseluruhan.
b.  Keterbatasan waktu dan biaya, sehingga populasi yang objek dan subjek penelitiannya besar diperlukan sempel.
c.    Masalah ketelitian, penelitian yang populasinya besar tidak menjamin ketelitian pengumpulan data, namun pada sempel yang kecil peneliti akan berfokus pada pengumpulan data, teknik pencatatan, teknik analisis data sehingga lebih terpusat pada objek penelitian.
d.      Untuk alasan ekonomi, penelitian pada sempel akan lebih ekonomis di banding penelitian populasi.
2.  Sampling, adalah cara pengambilan sempel. Margono (2007:125) tekning sempling adalah cara menentukan sempel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sempel yang akan dijadikan sumber data dalam penelitian dengan memperhatikan sifat dan enyebaran populasi agar diperoleh sempel yang representatif.di bawah ini terapat teknik sampling:
a.    Rondom sampling (Probability sampling), dimana semua individu dalam populasi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel. Tekik ini memiliki 3 jenis yaitu:
1)   Simple rondom sampling, adalah teknik rondom dengan cara yang sederhana karena populasi sudah homogen, sehingga strata dalam populasi tidak perlu diperhatikan secara detail.
2)   Stratified rondom sampling, adalah cara pengambilan sampel dengan memperhatikan strata di dalam populasi. Asumsi awal dipastikan populasi memiliki tingkatan, atau lapisan, strata, sehingga dengan diambil secara rondom akan diperoleh sempel yang representatif.
3)  Cluster rondm sampling (Area sampling), digunakan untuk penelitian yang sumber datanya terdapat dalam populasi yang sangat luas, misalnya meneliti pengguna alat kontrasepsi di wilayah eks karesidenan surakarta. Untuk menentukan sempelnya peneliti menentukan sempel wilayah kabupaten. Karena kabupaten terdiri atas beberapa kecamatan dan kecamatan terdiri atas beberapa kaupaten maka wilayah ini ditentukan secara rondom. Setelah sampel wilayah ditentukan baru menentukan jumlah orangnya secara rondom pula.
b.    Non rondom sampling (non probability sampling), tidak semua individu memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel. Jenis sampel ini yaitu:
1)     Accidental sampling, adalah teknik pengambilan sempel dengan cara kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan dijumpai peneliti dan dipandang mampu memberikan informasi berkaitan dengan objek maka orang tersebut dijadikan sempel sampai jumlah yang dikehendaki terpenuhi.
2)  Quota sampling, yaitu teknik pengambilan sempel dengan menentukan quota terlebih dahulu. Misalnya: bagaimana pendapat lulusan remaja SMA tentang keberadaan PGSD UMS, jumlah quota 400 orang lulusan SMA, maka sebelum itu terpenuhi penelitian belum sah.
3)  Purposive sampling,  yaitu pengambilan sampel dengan pertimbangan (Maksud) tertentu, misalnya penelitian penggunaan kontrasepsi maka pertimbangan untuk menjadi sempel harus terpenuhi.

POPULASI DALAM PENELITIAN



Sumber dari: Rubino Rubiyanto, M.Pd.
Diposkan Oleh : Faisal Azmi Bakhtiar.
                                Popoulasi, secara umum populasi adalah luas daerah atau wilayah tempat penelitian. Menurut sugiono (2008:117) bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek, demikian pula kharakteristik dari obyek atau subjek tersebut. Misalnya, meningkatkan keberanian bertanyamelalui motivasi dan pujian murid SD Muhammadiyah Kartosura 1. Populasinya adalah SD Muhammadiyah Kartosura 1. Menurut Sukardi (2007:119) populasi dapat dibedakan ke dalam:
a.  Populasi homogen, yakni populasi yang unsur-unsurnya memiliki sifat yang relatif sama, sehingga tidak perlu dipersoalkan berapa banyak sempel yang harus diambil. Ex: peneliti kebersihan air sumur tidak perlu mengambil satu terk air untuk diteliti tapi cukup satu botol saja. Karena air dalam sumur tingkat homogenitasnya tinggi.
b. Populasi heterogen, populasi yang memiliki unsur sangat berfariasi, sehingga perlu ditetapkan batasan-batasannya baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian di bidang sosial yang objeknya gejala kehidupan diperlukan batasan populasi yang teliti dan cermat, di samping jumlah populasi yang besar akan sangat berarti dalam analisis datanya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Profile

Sosial Media:
IG : @faisalazmibakhtiar
FB : Faisal Azmi Bakhtiar
WA: 085727526464

Semoga artikel kami bermanfaat


Populer Terbaru