Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 April 2025

Karakteristik Anak Sekolah Dasar di Pulau Jawa

Anak-anak sekolah dasar di Pulau Jawa menunjukkan beragam karakteristik yang dipengaruhi oleh kondisi geografis, sosial-budaya, dan sistem pendidikan yang berlaku. 

Minggu, 12 November 2017

KARAKTERISTIK SISWA KELAS V SD

Karakteristik siswa kela V berada pada tahap operasional konkret, siswa sudah mulai menggunakan aturan-aturan yang jelas dan logis, kecakapan berpikir logisnya terbatas pada benda-benda yang bersifat kongkret, melakukan klarifikasi dan sudah mampu untuk menarik kesimpulan, menafsirkan dan mengembangkan suatu konsep.

Kamis, 02 Maret 2017

KARAKTERISTIK SISWA KELAS IV SD (PDF)

Karakteristik perkembangan kognitif, bahasa, dan motorik siswa kelas IV SD memungkinkan mereka untuk dapat mengungapkan ide/gagasan dan imajinasi mereka kedalam bentuk tulisan. Pada usia ini, siswa mampu mengkonstruk pengetahuan yang dimiliki menjadi sebuah gagasan dan menuliskannya secara sistematis.

Minggu, 05 Oktober 2014

Guru yang kreatif, profesional, dan baik

Guru dalam arti bahasa jawa adalah digugu lan ditiru. Pengartian tersebut dimaksudkan agar siswa menjadi pribadi yang sesuai dengan keinginan guru yaitu menjadi manusia yang memiliki agama dan berkarakter baik. Guru merupakan sebuah pejuang yang melawan virus lingkungan yang membodohkan siswa. Sangat lah wajar jika banyak yang mengatakan bahwa guru yang benar-benar baik adalah para penghuni surga.

Kamis, 02 Oktober 2014

Sinetron yang membuat guru susah

Televisi merupakan media informasi yang sangat umum di lingkungan masyarakat. Keberadaannya mampu membuat seseorang mendapatkan informasi sesuai tayangan yang disampaikan. Disaat sekarag ini banyak tayangan-tanyangan yang sama sekali tidak mendidik terutama sinetron.

Selasa, 12 Maret 2013

Bloom (3 kategori mengajar)

Domain Kognitif (berkenaan dengan penguasaan kemampuan-kemampuan intelektual atau berpikir)Domain Afektif (berkenaan dengan penguasaan dan pengembangan perasaan, sikap, minat, dan nilai-nilai)Domain Psikomotpr (penguasaan keterampilam motorik).







Taksonomi Bloom adalah kerangka kerja yang digunakan untuk merumuskan tujuan pembelajaran. Taksonomi ini dikembangkan oleh psikolog pendidikan Benjamin Bloom pada tahun 1956.

Taksonomi Bloom memiliki beberapa keunggulan, di antaranya:
  • Membantu pendidik merancang tujuan pembelajaran yang lebih sistematis dan efektif
  • Membantu pendidik menilai kedalaman pemahaman dan keterampilan berpikir siswa
  • Membantu pendidik merumuskan tujuan psikomotorik dalam konteks seperti pelatihan kejuruan, olahraga, dan seni pertunjukan
  • Membantu siswa mencapai pemahaman yang lebih dalam dan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik
Taksonomi Bloom dibagi menjadi tiga ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah kognitif adalah yang paling banyak digunakan dalam pembelajaran. Taksonomi Bloom memiliki enam tingkatan hierarki, yaitu: Pengetahuan, Pemahaman, Penerapan, Analisis, Sintesis, Evaluasi. Taksonomi Bloom mengalami revisi pada tahun 2001 oleh Krathwohl dan Anderson. Versi revisi ini lebih berfokus pada kata kerja aktif dan penyusunan ulang kategori dalam urutan yang lebih dinamis.

Penjelasannya:
1.      Domain kognitif yaitu, Pengetahuan, Pemahaman, Aplikasi, Analisis, Sintesis, Evaluasi
2.      Domain afektifyaitu, Menerima, Merespons, Menilai, Mengorganisasi nilai, Nilai-nilai
3. Domain Psikomotoryaitu, Gerakan refleks, Gerakan-gerakan dasar, Kecakapan mengamati, Kecakapan jasmaniah, Gerakan-gerakan keterampilan, Komunikasi berkesinambungan.
Keuntungan menyusun tujuan mengajar dalam betuk tujuan khusus. Tujuan khusus memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar-mengajar kepada peserta didik. Tujuan khusus membantu memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar. Tujuan khusus memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media mengajar. Tujuan khusus memudahkan guru melakukan penilaian.
Kesukaran dalam menyusun tujuan khusus, Sukar dalam menyusun tujuan-tujuan khusus untuk domain afektif. Sukar dalam menyusun tujuan-tujuan khusus pada tingkat tinggi.

Jumat, 27 April 2012

Kecerdasan menurut HOWARD GARDNER


     

     Konon para ahli menemukan 150 jenis kecerdasan manusia.
Cukup lama orang beranggapan bahwa IQ ( intelligence quotient ) merupakan penentu kesuksesan belajar dan hidup seseorang. Seperti anggapan bahwa IQ-nya tinggi maka ia akan sukses dalam kehidupan nyata. Namun pernyataan itu tidak selalu benar.Banyak orang IQ – nya tinggi tetapi gagal dalam hidup.Maka disadari bahwa IQ meskipun tinggi namun bukan segala –galanya.Perlu disadari pula dengan penemuan SQ ( spiritual quotient) dan EQ ( emotional quotient ) maka perlunya beriringan antara IQ, EQ, dan SQ agar seseorang berhasil.
Prof. Dr.Howard Gardner seorang psikolog dan ahli pendidikan dari Universitas Harvard AS merumuskan teorinya Multiple Intelligences ( kecerdasan ganda / majemuk ).
Dengan latar belakang standar kecerdasan dan kegagasan rasionalisme dimana kecerdasan ditinjau dari IQ yang tinggi, maka Garder membuat riset dengan memberi contoh bahwa orang berhasil tidak hanya mengandalkan IQ tinggi  yaitu Maradona (Brasil) dan Ronaldinho (Argentina ) pemain sepak bola , Mozart dengan usia 4 th sudah mahir memainkan piano, Beethoven dan Kenny G yang sangat cerdas pula memainkan alat musik.

Prof. Dr.Howard Gardner mengemukakan 9 kecerdasan yaitu:


1.    Inteligensi linguistik ( Linguistic intelligence)
    • Kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata – kata secara efektif baik secara oral maupun secara tertulis
    • contohnya pencipta puisi, editor , jurnalis, dramawan, sastrawan, orator Tokoh terkenal seperti : Sukarno, Paus Yohanes Paulus II, Winston Churhill. 





2.    Inteligensi matematis-logis ( Logical – mthematical intelligence )
    • Kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika . Jalan pikiran bernalar dengan mudah mengembangkan pola sebab akibat .
    • contohnya matematikus, programer, logikus.    Tokoh terkenal seperti : Einstein ( ahli fisika ), Habibie ( ahli pesawat )


3.    Inteligensi ruang visual atau spasial (Spatial intelligence )
    • Kemampuan untuk menangkap dunia ruang visual secara tepat dan kemampuan untuk mengenal bentuk dan benda secara tepat serta mempunyai daya imaginasi secara tepat.
    • contohnya pemburu, arsitek, dekorator. Tokoh terkenal seperti Sidharta ( pemahat ), Pablo Pacasso ( pelukis )
 

4.    Inteligensi kinestetic-badani (bodily- kinesthetic intelligence )
    • Kemampuan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan .
    • contohnya aktor, atlet, penari ahli bedah. Tokoh terkenal seperti : Charlie Chaplin ( pemain pantonim yang ulung ), Steven Seagal ( actor )



5.    Inteligensi musikal ( Musical intelligence )
    • Kemampuan untuk mengembangkan , mengekspresikan dan menikmati bentuk – bentuk musik dan suara, peka terhadap ritme, melodi, dan intonasi serta kemampuan memainkan alat musik.
    • contohnya komponis .Tokoh terkenal seperti Beethoven, Mozart.



6.    Inteligensi interpersonal  ( Interpersonal intelligence )
    • Kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan , intensi, motivasi, watak, temperamen orang lain.
    • Kemampuan yang menonjol dalam berelasi dan berkomunikasi  dengan berbagai orang.
    • contohnya komunikator, fasilitator. Tokoh terkenal Mahatma Gandhi ( tokoh perdamaian India ), Ibu Teresa ( Pejuang kaum miskin ) 



7.    Inteligensi intrapersonal  ( Intrapersonal intelligence )
    • Kemampuan berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan kemampuan untuk bertindak secara adaptif berdasar pengalaman diri serta mampu berefleksi dan keseimbangan diri, kesadaran tinggi akan gagasan – gagasan . Mereka mudah berkonsentrasi  dengan baik, suka bekerja sendiri dan cenderung pendiam
    • contohnya para pendoa batin.



8.    Inteligensi lingkungan / naturalis (  Naturalist intlligence )
    • Kemampuan untuk mengerti flora dan fauna dengan baik, menikmati alam, mengenal tanaman dan binatang dengan baik.
    • Tokoh terkenal Charles Darwin



9.    Inteligensi eksistensial  (  Exixtential  intlligence )
    • Kemampuan menyangkut kepekaan dan kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan – persoalan terdalam keberadaan atau eksistensi manusia.
    • contohnya persoalan mengapa ada, apa makna hidup ini. Tokoh terkenal seperti Plato, Sokrates, Thomas Aquina.


 

Demikianlah sekilas dari sembilan kecerdasan menurut Prof. Gardner.Semoga tulisan ini sangat bermanfaat.
Tulisan ini diambil dari sumber Educare No.3/V/Juni 2008,Presensi, Ignas Iwan Waning, Pemred Majalah XAVIRA SMP  Xaverius Maria , Palembang dengan buku aslinya :
Judul      : Teori Intelligensi Ganda dan Aplikasinya di Sekolah
Penulis   : Paul Suparno
Penerbit  : Kanisius Yogyakarta
Terbitan  : Cetakan ke – 4, 2007
Tebal      : 139 hal.

Postingan Terbaru:

Soal Evaluasi Pemanfaatan KA

Kuis Evaluasi untuk melihat seberapa jauh kemampuan siswa sekolah dasar terutama untuk kelas tinggi dalam memahami pemanfaatan kecerdasan bu...

Postingan Populer