8 Aspek penting dalam pendidikan

Delapan aspek di bawah ini memiliki peran penting dan sangat berpengaruh dalap perjalanan pendidikan. Dibawah ini merupakan cuplikan artikel yang menyatakan bahwa hal-hal tersebut di bawah merupakan aspek yang penting dalam pendidikan.







1. Orang tua penting dalam pendidikan

Medan, Jelasberita.com | Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyatakan peran orang tua amat penting dalam kerangka penguatan insan dan ekosistem pendidikan di Indonesia. “Sebagai elemen utama dalam ekosistem pendidikan yang terdekat dengan anak, orangtua mempunyai banyak keunggulan dan kesempatan untuk menjadi berdaya membentuk perilaku dirinya dan anak dalam keluarga,” kata Anies Baswedan saat bertemu para penggiat dan perwakilan organisasi yang berfokus pada pendidikan orangtua dan keluarga di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta.



2. TIK penting dalam pendidikan
Perkembangan dunia pendidikan tak dapat dipisahkan dengan pesatnya kemajuan teknologi. Melalui kemajuan tersebut, siswa diharap lebih mudah dalam belajar. “Teknologi dan pendidikan yang bersinergi adalah hal yang ditekankan dalam Kurikulum 2013,” ujar Dr Purwanto MPd, Kepala Bidang Teknologi Pembelajaran Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam Seminar Nasional Pendidikan, di Hotel Grasia, Semarang.


3. Pendidikan Agama penting dalam pendidikan

KBRN, Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai pendidikan agama penting diberikan kepada anak sejak dini sehingga turut membentuk karakter anak di masa depan.   "Saya pikir kurikulum agama perlu," kata Ketua MUI bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga Tutty Alawiyah di Jakarta, Senin (5/5/2014.   Terkait kasus kekerasan seksual yang terjadi di Jakarta Internasional School (JIS), menurut Tutty, terjadi kecolongan.   Menurut dia, meskipun sekolah itu berlabel internasional, tetap perlu diberi pelajaran mengenai agama, terlebih lagi di Indonesia yang sebagian besar penduduknya muslim. "Seperti JIS, di programnya saja tidak sama dengan kita, tidak ada pelajaran agama," katanya.  Selain itu, juga perlu adanya pelajaran mengenai budaya bangsa dan bahasa setempat untuk lebih mengenal karakter negara tersebut. Tutty juga mengimbau para ibu untuk waspada dan benar-benar memantau pendidikan anak di sekolah, karena sebagian besar kasus kekerasan seksual pelakunya adalah orang dekat atau dikenal, seperti kasus JIS yang melibatkan petugas kebersihan.  "Para ibu jangan penyerahkan pendidikan anak sepenuhnya kepada sekolah, tapi juga harus turut berperan mendidik anaknya," pungkasnya. (Antara/AKS)


4. Seni budaya penting dalam pendidikan

Ditengah merosotnya kebanggaan akan seni dan budaya adiluhung bangsa sendiri, muncul angin segar yang dihembuskan oleh Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA selaku Menteri Pendidikan Nasional mengenai pengembangan pendidikan seni. Dengan tegas disampaikan, pendidikan seni penting dan harus sejajar pengembangannya dengan pendidikan lainnya di sekolah-sekolah mulai dari taman kanak-kanak hingga pendidikan tinggi. Ada 2 (dua) alasan pokok kenapa beliau sangat "consent" dan menaruh perhatian yang besar pada pendidikan seni, yaitu alasan filosofis dan alasan pragmatis. Sebagai Menteri Pendidikan Nasional yang baru melaksanakan tugas kurang dari 1 (satu) tahun ini, beliau telah mampu memberikan dorongan dan semangat pada jajaran pendidikan menengah kejuruan, utamanya pada kelompok seni dan budaya. Betapa tidak, ditengah kegalauan akan gencarnya arus budaya asing yang masuk dan mempengaruhi pola perilaku sebagian masyarakat kita, beliau dengan tegas menyatakan bahwa pendidikan seni dan budaya harus sejajar dengan pendidikan teknologi.


5. Karakter itu penting dalam pendidikan

Pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah juga menuntut untuk memaksimalkan kecakapan dan kemampuan kognitif. Dengan pemahaman seperti itu, sebenarnya ada hal lain dari anak yang tak kalah penting yang tanpa kita sadari telah terabaikan.Yaitu memberikan pendidikan karakter pada anak didik. Pendidikan karakter penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Beberapa kenyataan yang sering kita jumpai bersama, seorang pengusaha kaya raya justru tidak dermawan, seorang politikus malah tidak peduli pada tetangganya yang kelaparan, atau seorang guru justru tidak prihatin melihat anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah. Itu adalah bukti tidak adanya keseimbangan antara pendidikan kognitif dan pendidikan karakter.



6. Kurikulum penting dalam pendidikan

Curriculum is a systematic and intended packaging of competencies (i.e. knowledge, skills and attitudes that are underpinned by values) that learners should acquire through organised learning experiences both in formal and non-formal settings (See: Different meanings of curricula). Good curriculum plays an important role in forging life-long learning competencies, as well as social attitudes and skills, such as tolerance and respect, constructive management of diversity, peaceful conflict management, promotion and respect of Human Rights, gender equality, justice and inclusiveness. At the same time, curriculum contributes to the development of thinking skills and the acquisition of relevant knowledge that learners need to apply in the context of their studies, daily life and careers. Curriculum is also increasingly called upon to support the learner’s personal development by contributing to enhancing their self-respect and confidence, motivation and aspirations. 

Kurikulum adalah kemasan yang sistematis dan ditujukan kompetensi (yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang didukung oleh nilai-nilai) bahwa peserta didik harus mendapatkan melalui pengalaman belajar yang terorganisir baik dalam pengaturan formal dan non-formal (Lihat: makna yang berbeda dari kurikulum). Kurikulum yang baik memainkan peran penting dalam membentuk kompetensi pembelajaran seumur hidup, serta sikap dan keterampilan sosial, seperti toleransi dan rasa hormat, manajemen konstruktif keragaman, manajemen konflik secara damai, promosi dan menghormati HAM, kesetaraan gender, keadilan dan inklusivitas . Pada saat yang sama, kurikulum memberikan kontribusi untuk pengembangan keterampilan berpikir dan akuisisi pengetahuan yang relevan peserta didik perlu diterapkan dalam konteks studi mereka, kehidupan sehari-hari dan karir. Kurikulum juga semakin dipanggil untuk mendukung pengembangan pribadi peserta didik dengan berkontribusi terhadap meningkatkan mereka harga diri dan kepercayaan diri, motivasi dan aspirasi.


7. Masyarakat penting dalam pendidikan

Lebak, Pendidikan sangat membutuhkan dukungan masyarakat. Keberhasilan sekolah dalam mendidikan siswa-siswinya tak lepas dari peran guru dan orang tua siswa. Untuk itu , agar pendidikan tersebut bisa berkualitas perlu adanya peran serta orang tua wali murid atau masyarakat lingkungan yang ada di sekolah tersebut. " Begitu pula dengan sekolah kita SDN 2 Margaluyu, Cimarga ini. Agar pendidikan disini baik sarana maupun akdemisnya bisa lebih baik lagi , mari kita dukung ," Ujar kepala sekolah setempat Badri pada Detakserang.com.


8. Manajemen penting dalam pendidikan

Manajemen pendidikan merupakan hal yang harus diprioritaskan untuk kelangsungan pendidikan, sehingga menghasilkan impact yang diinginkan. Kenyataannya, banyak institusi pendidikan yang belum memiliki manajemen yang bagus dalam pengelolaan pendidikannya. Pendidikan yang visioner, memiliki misi yang jelas akan menghasilkan keluaran yang berkualitas. Dari sanalah pentingnya manajemen pendidikan diterapkan. Manajemen yang digunakan masih konvensional, sehingga kurang bisa menjawab tantangan zaman dan terkesan tertinggal dari modernitas. Hal ini mengakibatkan sasaran-sasaran ideal pendidikan yang seharusnya bisa dipenuhi ternyata tidak bisa diwujudkan. Parahnya, terkadang para pengelola pendidikan tidak menyadari akan hal itu.

Manajemen pendidikan merupakan suatu proses untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya pendidikan seperti guru, sarana dan prasarana pendidikan seperti perpustakaan, laboratorium , dsb untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan. Yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.



Sumber:
http://www.jelasberita.com/2015/02/05/mendikbud-anies-baswedan-orang-tua-aktor-penting-dalam-pendidikan/
http://unnes.ac.id/berita/teknologi-pendidikan-berperan-penting-dalam-kurikulum-2013/
http://rri.co.id/post/berita/77902/nasional/mui_pendidikan_agama_penting_bagi_anak.html
http://senirupa.net/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=7&artid=57
http://dikda.blitarkota.go.id/index.php/berita-artikel/artikel/71-pentingnya-pendidikan-karakter
http://www.unesco.org/new/en/education/themes/strengthening-education-systems/quality-framework/core-resources/curriculum/
http://www.fuziant.com/lebak/item/4089-dukungan-masyarakat-peran-penting-kemajuan-pendidikan
http://edukasi.kompasiana.com/2014/08/21/pentingnya-manajemen-pendidikan-di-institusi-pendidikan-669760.html

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mengenai Saya

Foto saya

Faisal Azmi Bakhtiar, S.Pd. Pernah belajar di Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Melanjutkan di Universitas Negeri Jakarta Program Pascasarjana Pendidikan Dasar. Diberi kesempatan memahami anak usia sekolah dasar selama satu tahun di SDN Dukuhtri 02 Bumiayu Brebes. Pada intinya memahami ilmu psikologi, kemampuan melakukan penelitian dan pengamatan terhadap permasalahan, serta trampil dan mengerti kemajuan teknologi sangat berpotensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.  

My Profile

Sosial Media:
IG : @faisalazmibakhtiar
FB : Faisal Azmi Bakhtiar
WA: 085727526464

Semoga artikel kami bermanfaat


Populer Terbaru