Selasa, 30 Oktober 2012

Kelebihan, Kelemahan & Kekuatan Tematik

Tematik merupakan pendekatan pembelajaran yang memfokuskan kegiatan pembelajaran dengan sebuah tema. Materi yang cendrung memiliki pembahasan berbeda kemudian dilebur dan dipilah-pilah sesuai kompetensi dan tema yang dipilih. Pembelajaran dengan pendekatan tematik memungkinkan anak belajar sesuai dengan apa yang mereka pahami dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian & Landasan Tematik



A.    Pengertian Pembelajaran Tematik:    
Pembelajaan    tematik adalah:
            pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga  dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Tema adalah pokok pikiran  atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta, 1983). A

B.     Landasan Pembelajaran Tematik
  1. Landasan filosofis; pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme.
a.       Progresivisme, proses pembelajaran perlu ditekankan pada  pembentukan kreatifitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman siswa
b.      Konstruktivisme,Anak mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek, fenomena, pengalaman dan lingkungannya.
c.       Humanisme, melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya, potensi, dan motivasi yang dimilikinya.
  1. Landasan psikologis; Psikologi  belajar  memberikan  kontribusi  dalam  hal  bagaimana  isi/materi  pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. Psikologi perkembangan untuk menentukan tingkat keluasan dan kedalamannya isi sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.
  2. Landasan yuridis; UU  No.  20  Tahun  2003  tentang  Sistem  Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan    berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). Permendiknas No. 41 tahun 2007 standar proses, permendiknas No. 20 tahun 2007 tentang standar penilaian.

Jumat, 05 Oktober 2012

Sedikit Mengenal Tentang Skripsi



BAB I Pendahuluan
         A.     Latar belakang masalah
         B.     Rumusan masalah
         C.     tujuan
         D.     manfaat
BAB II Kajian Teori / telaah yang mendalam teori-teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti (fariable) dan (subfariable) aspek yang berkaitan dengan masalah tersebut.
BAB III Jenis penelitian
        A.     Metode Pengumpulan Data
        B.     Instrumen Penelitian
        C.     Metode Analisis Data
BAB IV Laporan Penelitian dan pembahasan hasil penelitian
BAB V Kesimpulan

Keterangan Umum:
Isi dari kajian teori adalah kutipan-kutipan yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang diteliti. Kutipan yang dapat kita kutip adalah dari:
  • Jurnal Penelitian, merupakan hasil penelitian dari orang terdahulu dan sudah terpublikasi dan terpilih dalam artikel jurnal ilmiah. Jurnal penelitian ini mudah kita dapatkan dalam internet.
  • Laporan hasil penelitian, mirip dengan jurnal penelitian dimana laporan ini merupakan hasil dari penelitian oarang-orang terdahulu. Namun bedanya adalah laporan jurnal penelitian belum dipublikasikan dalam artikel jurnal ilmiah. Proposal ini mudah kita dapatkan dalam perpustakaan maupun meja dosen.
  • Surat kabar/ Majalah, merupakan informasi yang hangat, populer, dan terpilih. Dalam mengutip di majalah kita harus memperhatikan pertanyaan what, who, how, when, dan whay.
  •  Internet, merupakan sebuah alat bantu yang mempermudah dalam mencari informasi. Internet dapat membantu dalam membuat sekripsi dimana kita dapat mencari jurnal ilmiah, artikel, dan pernyataan lain yang sesuai dengan permasalahan.
  • Abstrak, adalah ringkasan daripada laporan penelitian yang dipublikasikan dalam internet.
  • Buku-Buku Referensi, buku yang ditulis oleh para ilmuan dalam bidang keahliannya. Dalam mengutip buku ini harus sesuai dengan penelitian yang dijalankan.

Berikut pembahasan skripsi dari situs populer WIKIPEDIA 

Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/ fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.
Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan ketrampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk jenjang undergraduate (S1), Postgraduate (s2), PhD dengan riset (S3) dan disertation untuk tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergrduate (sarjana S1) ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia Skripsi untuk jenjang S1, Tesis untuk jenjang (S2) dan Disertasi untuk jenjang (S3).
Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dibimbing oleh satu atau dua orang pembimbing yang berstatus dosen pada perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Untuk penulisan skripsi yang dibimbing oleh dua orang, dikenal istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan Pembimbing II.
Proses penyusunan skripsi berbeda-beda antara satu kampus dengan yang lain. Namun umumnya, proses penyusunan skripsi adalah sebagai berikut:
  • Pengajuan judul skripsi
  • Pengajuan proposal skripsi
  • Seminar proposal skripsi
  • Penelitian
  • Setelah penulisan dianggap siap dan selesai, mahasiswa mempresentasikan hasil karya ilmiahnya tersebut pada Dosen Penguji (sidang tugas akhir).
  • Mahasiswa yang hasil ujian skripsinya diterima dengan revisi, melakukan proses revisi sesuai dengan masukan Dosen Penguji.

Terdapat juga proses penyusunan skripsi yang cukup ringkas sebagai berikut:
  • Pengajuan judul skripsi / meminta topik skripsi dari dosen
  • Penelitian + bimbingan skripsi sambil penelitian
  • Seminar
  • Sidang
  • Revisi

Selasa, 25 September 2012

Inovasi Pembelajaran



Inovasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tahun 1990 halaman 330 dapat diartikan sebagai pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru, baik berupa gagasan, metode/alat. Secara umum inovasi dapat diartikan sebagai suatu ide, prosuk, informasi teknologi, kelembagaan, perilaku, nilai-nilai, atau praktik-praktik baru yang belum banyak diketahui, diterima, dan digunakan oleh sebagian besar warga masyarakat dalam suatu lokalitas tertentu, yang dapat mendorong terjadinya pergantian mutu yang signifikan bagi individu, kelompok, organisasi, dan masyarakat yang bersangkutan.
Inovasi erat kaitannya dengan invention dan discoveri. Di dalam inovasi terdapat invention yang dapat diartikan sebagai penemuan ataupun penciptaan. Dimana membuat suatu gagasan, produk atau yang lainnya dari yang belum ada menjadi ada. Selain invention di dalam inovasi juga terdapat discovery yang dapat diartikan sebagai perubahan, pembaharuan, pengembangan moderenisasi. Discovery membuat suatu ide, produk, yang sudah lama menjadi ide, produk yang baru sesuai dengan keadaan sekarang.


Inovasi Pembelajaran memfokuskan pembaharuan dan penciptaannya di bidang pendidikan yang termasuk dalam strategi, media, alat peraga dan kurikulum. Strategi dan  media pembelajaran kebanyakan yang menciptakan dan memoderenisasi adalah Kelompok Kerja Guru (KKG). kemudian untuk alat peraga dikembangkan dan diciptakan oleh calon guru dan guru. Sedangkan untuk kurikulum di perbaharui oleh pemerintah ahli pendidikan. Kurikulum di indonesia mengalami perubahan dengan tahapan seperti di bawah ini:
      1.      Readtjana pelajaran (1947), Deflotment Conformism
      2.      Readtjana pelajaran terurai (1952), Isi pelajaran dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
      3.      Readtjana pendidikan (1964), Program Pancawardhana
      4.      Kurikulum (1968), Orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
      5.      Kurikulum (1975), Pendekatan prosedur pengembangan sistem internasional.
      6.      Kurikulum (1984), Cara belajar siswa aktif.
      7.      Kurikulum (1994), Berorientasi pada materi pelajaran/isi.
      8.      Suplement Kurikulum (1999), Menambah sejumlah materi.
      9.      Kurikulum berbasis kompetensi versi (2002) dan (2004).
      10.  Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) (2006).

Dari perubahan kurikulum diatas banyak pendapat yang menilai pemerintah memberlakukan uji coba kepada Para pelaku pendidikan yang terkesan seperti peserta didik sebagai kelinci percobaan. Namun banyak pula pendapat yang menyebutkan bahwa inilah inovasi dalam pendidikan dimana pemerintah tanggap dengan perubahan zaman yang semakin maju.  

KEBUDAYAAN


 A.    Pengertian Kebudayaan
1.      Secara Bahasa
Budaya atau kebudayaan dalam Bahasa Belanda di istilahkan dengan kata culturur. Dalam bahasa Inggris culture. Sedangkan dalam bahasa Latin dari kata colera.      Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
2.      Secara Keilmuan
Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
B.     Sifat Hakekat kebudayaan
1.      Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia
2.      Kebudayaan telah ada lebih dahulu mendahului lahirnya suatu generasi tertentu, dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan
3.      Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya.
4.      Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang dan tindakan-tindakan yang dizinkan.
C.     Unsur-unsur
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1.      Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
a.       Alat-alat teknologi.
b.      Sistem ekonomi.
c.       Keluarga.
d.      Kekuasaan politik.
2.      Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
a. Sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya.
b.      Organisasi ekonomi.
c.   Alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama).
d.      Organisasi kekuatan (politik).
3.      Secara Universal unsur kebudayaan meliputi:
a.       Teknologi.
b.      Sistem ekonomi.
c.       Sistem sosial.
d.      Sistem politik.
e.       Sistem kepercayaan.
f.       Sistem bahasa.
g.      Sistem kesenian.
D.    Fungsi Kebudayaan
1.      Sebagai identitas suatu daerah, suku, ataupun bangsa.
2.      Tradisi, sebagai suatu cara mencirikan kehidupan masyarakat yang khas.
3.      Merupakan seperangkat sistem lambang, arti, dan bagan (pedoman) kehidupan masyarakat.
4.      Seperangkat cara untuk penyesuaian diri untuk bertahan hidup di alam.
Dapat juga dikatakan bahwa, kebudayaan masyarakat setempat dan perkembangannya dari waktu ke waktu disebut peradaban. Pengertian ini juga berarti kebudayaan bermanfaat dalam pembentukan
masyarakat beradab.
E.     Ciri-Ciri Kebudayaan
1.      Kebudayaan diciptakan oleh manusia melalui perasaan (rasa), kemauan (karsa), dan karya (hasil).
2.  Kebudayaan dibutuhkan oleh manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
3.      Kebudayaan diperoleh manusia melalui belajar.
4.       Kebudayaan diwariskan dari generasi ke generasi secara non-genetis.
5.      Kebudayaan dimiliki dan diakui oleh masyarakat.
6.      Kebudayaan berubah-ubah (dinamis).
7.      Kebudayaan dapat berupa gagasan (ide), tindakan (perilaku), dan hasil karya yang berbentuk material (kebendaan).
F.      Jenis Kebudayaan
Julian Huxley (1997-1975) seorang ahli biologi inggris membagi kebudayaan atas tiga jenis yaitu:
1.      Mantifact: kebudayaan yang bersifat abstrak yaitu berupa aspek mental yang melandasi prilaku dan hasil kebendaan manusia.
2.     Sosiofact: kebudayaan yang menempatkan manusia sebagai anggota masyarakat, seperti sistem nilai, sistem moral sistem norma, dan adat istiadat.
3.  Artifact: kebudayaan material atau kebendaan seperti eumah pakaian, perkakas rumah tangga, peralatan kerja dan sebagainya.

TARI


 TARI
A.    Pengertian
Tari merupakan salah suatu bagian dari kebudayaan yang berupa kegiatan menari. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menghibur seseorang dan juga menari yang dilaksanakan oleh suatu suku di suatu daerah bertujuan untuk upacara adat istiadat sebagai wujud terimakasih kepada yang maha kuasa ataupun sebagai sesembahan.

B.     Istilah tari di jawa
1.     Langgot Bowo (lingga ut bhava), langgot dapat diartikan sebagai solah/gerak, bowo adalah nyanyian, sedangkan lingga adalah keperkasaan/kesaktian dan bhava yaitu pencerahan. Istilah ini berasal dari bahasa kawi. Merupakan pencerahan keperkasaan/kesaktian syiva yang diwujudkan melalui 7 bidadari. Lingga adalah syiwa, dan yoni adalah bidadari, bertemunya lingga dan yoni menjadi kesuburan.
2.      Beksa disebut juga hambege rasa yang artinya watak/prilaku, Beksa ambeging kang esa pambeking kang ngawiji/ melenging rasa manunggaling kawula gusti.
3.      Joged, darikata jagad, menari adalah mempersonifikasikan dunia.
4.      Taya
5.   Tandak, dari kata ngledek, menggoda, merayu. Merupakan tarian yang berlangsung dari rumah ke rumah yang bertujuan untuk merayu. Penari akan memakai pakaian yang sekiranya dapat merayu laki-laki ataupun sebaliknya.
6.      Igel
7.      Solan bawa

C.     Contoh Tarian

 1.   Boyo Ketawang, merupakan tarian keraton yang dilaksanakan setiap 1 tahun sekali selama 1 jam. Tarian ini merupakan tarian keraton yang belum diperbolehkan di pentaskan di luar keraton solo. Boyo Ketawang termasuk tarian yang tergolong dalam kelas atas karena untuk menarikan tarian ini dibutuhkan wanita cantik dan ketika menari harus akurat, pakaian bersih dan khusus, kemudian penghayatan yang sangat mendalam. Semua atribut yang dipakai oleh penari khusus milik keraton.
Tarian ini sangat tradisional klasik dengan gerakan lambat kemudian kaki ketika melangkah selalu menyepak lembaran kain belakang penari yang menyentuh lantai. Ketika terjadi kerusakan atribut atau pakaian penari ketika sedang menari tidak langsung memperbaiki sendiri namun ada yang memperbaikinya yang disebut abdi dalem.

 2.  Selanjutnya adalah tarian ramayana, merupakan tarian yang diambil dari cerita ramayana yang mengisahkan tentang Rama, Sintha, dan Lasmana. Tarian ini terdiri atas 5 penari laki-laki dan 2 penari perempuan.

 D.    Istilah dalam tarian
Pada zaman dahulu terdapat isatilah lengger yang berasal dari kata leng dan nger. Leng diartikan sebagai lobang/yoni, yang melambangkan perempuan, dan nger melambangkan laki-laki.


Postingan Terbaru:

Gaji ASN Lewat Kopdes: Memperkuat Koperasi Jangan Sampai Menambah Kekhawatiran Guru dan Pensiunan

Ada satu hal yang membuat saya terus memikirkan wacana penyaluran gaji pegawai negeri sipil (PNS) dan pensiunan melalui Koperasi Desa/Kelura...

Postingan Populer